• Selasa, 29 November 2022

Mengenal Grebeg Suro, Tradisi Malam Satu Suro di Ponorogo

- Selasa, 19 Juli 2022 | 10:30 WIB
Reog Ponorogo (Wonderful Madiun)
Reog Ponorogo (Wonderful Madiun)

Siarmedia.com - Menyambut malam satu suro, beberapa kota di Indonesia mengadakan tradisi sebagai peringatan datangnya malam sakral itu. Salah satunya kota di Jawa Timur, Ponorogo.


Menyambut bulan Suro, sebagai daerah yang kental budaya Jawa banyak ritual yang dilakukan oleh masyarakat Ponorogo. Ritual Grebeg Suro itu dimulai dari seminggu sebelum satu Suro sampai pagi harinya.


Seni dan tradisi yang ditampilkan dalam acara Grebeg Suro ini meliputi Festival Nasional Reog Ponorogo, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.

Sejarah Tradisi Grebeg Suro
Merangkum dari berbagai sumber, Grebeg Suro secara historis merupakan kebiasaan masyarakat di Kabupaten Ponorogo setiap pergantian tahun dalam kalender Jawa atau yang lazim disebut malam 1 Suro.


Pada tahun 1987, bupati di era itu, Soebarkah Poetro Hadiwirjo memberikan gagasan kreatif untuk mewadahi kegiatan tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pelestarian budaya.


Untuk rangkaian acara Grebeg Suro ini sendiri dimulai dari prosesi penyerahan pusaka ke makam bupati pertama Ponorogo. Kemudian disusul pawai ratusan orang menuju pusat kota dengan menunggang bendi dan kuda yang telah dihias. Berikutnya yakni Festival Nasional Reog Ponorogo di alun-alun kota.

Kemudian tepat tanggal 1 Suro diadakan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Acara Grebeg Suro ini menanamkan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung.

Nilai-nilai yang diangkat di acara Grebeg Suro itu di antaranya nilai simbolik, nilai tanggung jawab, nilai keindahan, nilai moral, nilai hiburan, nilai budaya, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai apresiasi, dan nilai religius.

Editor: Lia Amelia Martin

Sumber: Celebrities.id

Tags

Terkini

X